Lolos Finalis MembaTIK 2019, Inilah yang Saya Rasakan

Mendapat info lolos menjadi finalis tentu menjadi kabar gembira bagi setiap orang. Namun, apa yang saya rasakan siang ini berbeda. Begitu nama saya tercantum dalam finalis Lomba Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK (MembaTIK) Pustekkkom Kemendikbud 2019, saya merasakan ada kesedihan. Inilah alasannya!


Dunia lomba media pembelajaran saya  geluti tahun 2011-2012. Saat itu saya hanya coba-coba, ternyata lolos sebagai pemenang. Multimedia pembelajaran interaktif dan blog guru menjadi andalan saat itu. Begitu menjadi juar provinsi, saya mencukupkan diri tidak ikut di ajang selanjutnya. 

Puncak dari prestasi yang saya peroleh saat itu adalah pemberian Anugerah Peduli Pendidikan dari Kemendikbud Tahun 2015. Saat itu, blog SangPengajar yang saya kelola dinilai bermanfaat untuk dunia pendidikan. Saya pun mendapatkan penghargaan dari Mendikbud Anies Baswedan untuk kategori Blogger.

Sejak saat itu, saya sudah tidak lagi nongol di ajang kompetisi media pembelajaran. Namun, ada panggilan tersendiri saat digelar Lomba MembaTIK 2019. Saya tiba-tiba merasa harus mencoba, persis saat 2011 lalu. Iya, coba-coba. Namun, hasilnya sampai detik ini di luar dugaan saya. Hari ini saya menerima pengumuman finalis yang bakal presentasi di Jakarta. Di situ ada nama saya.

Lantas, mengapa saya justru bersedih?
Pertama, saya menerima info ini saat dinas luar kota. Artinya, saya pas tidak ada di rumah. Bagaimana mungkin saya tegar mendapat info bahwa saya harus ke luar kota lagi jika saat ini posisi masih di luar kota? Wajah istri dan keempat anak saya terlintas seketika. Bagaimana saya harus meninggalkan mereka lagi?

Kedua, saya merasakan bagaimana Allah begitu menyayangi saya. Hanya coba-coba diganjar dengan lolos finalis. Sedangkan saya begitu jauh dari-Nya, banyak direpotkan dengan urusan dunia. Sekali lagi, begitu sayangnya Allah pada saya. Itu yang membuat saya seakan ditegur sore ini.

Ketiga, akan ada hak para siswa yang tidak saya berikan jika saya meninggalkan jam pelajaran lagi. Meski ini bisa disiasati dengan strategi mengajar tertentu.

Di balik itu semua, saya merasa ini adalah tantangan yang harus saya hadapi. Saya tidak akan mundur. Ini kesempatan emas untuk berikan yang terbaik untuk negeri ini. Doakan saja saya bisa beri yang terbaik ya!

Salam SangPengajar!

No comments

Powered by Blogger.