Smartphone kini seakan menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang. Mulai dari pegawai kantor, pedagang, pengusaha, wiraswasta, sampai pelajar dan mahasiswa saat ini mayoritas sudah memiliki  smartphone. Smartphone digunakan bukan sekadar untuk alat komunikasi konvensional seperti telpon dan SMS, melainkan sudah digunakan untuk komunikasi modern seperti email, chating, browsing, maupun fungsi-fungsi perkantoran. Permasalahan yang sering dihadapi pemegang smartphone salah satunya adalah baterai yang cepat habis.
Semahal dan sebagus apapun smartphone, pasti tidak akan bermanfaat lagi jika baterainya sudah habis. Perkembangan teknologi pun menjawab permasalahan ini, antara lain dengan munculnya power bank maupun baterai double power. Teknologi baterai double power menjadi solusi bagi pengguna smartphone agar baterainya tidak cepat lowbat. Solusi mengganti baterai smartphone dengan baterai double power bagi sebagian orang menjadi solusi pilihan. Hal ini dikarenakan menggant baterai double power labih mudah daripada harus berulang kali mengisi baterai dengan power bank. Kita pun bisa tenang membawa smartphone saat bepergian ke luar rumah.
Baterai double power, sesuai dengan namanya,  memiliki daya 2 kali lipat dibanding baterai handphone biasa. Berbagai pilihan daya baterai double power saat ini dijual bebas di pasaran. Daya baterai double power biasanya mulai dari 3000 mAh, 4500 mAh, bahkan sampai 5600 mAh. Kita bisa memilih  baterai double power sesuai dengan kebutuhan.
Pertanyaan yang muncul adalah “apakah baterai double power aman bagi smartphone kita?”. Pertanyaan ini wajar jika muncul, tentu saja kita tidak ingin solusi dari kemajuan teknologi malah merusak perangkat teknologi yang kita miliki. Baterai double power aman dipakai, karena baterai tersebut sudah dilengkapi dengan IC Protection. Artinya, jika terjadi krosleting atau overcharge maka baterai akan tetap aman dan tidak terbakar. Baterai double power terbuat dari bahan yang sama dengan baterai original smartphone, yaitu terbuat dari lithium ion dan dilengkapi IC protection. Ttegangan output yang dihasilkan berkisar antara 3,7 - 4,2 volt. Dengan tegangan ini maka baterai double power aman dan tidak merusak hp selama pemakiannya benar.
Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah “apakah baterai double power awet?”. Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya, baterai double power terbuat dari bahan lithium ion yang memiliki umur sekitar 500-1000x charge. Artinya, umur baterai tergantung bukan masalah dimensi waktu melainkan frekuensi atau banyaknya kita mengisi baterai (cahrge. Semakin sering mengisi baterai, meski sebenarnya belum habis, maka baterai akan semakin turun kapasitasnya. Baterai yang terbuat dari bahan lithium ion memiliki sifat tidak tahan panas meskipun baterai original. Sehingga, jika suhu hp diatas 40°C terus menerus akan terjadi gas di dalam beterai dan akhirnya menjadikan baterai menggelembung. Baterai yang demikian sudah turun kapasitasnya dan juga dapat merusak tutup baterai serta menekan LCD. Apabila terus digunakan maka bisa meledak dan membahayakan.

Demikian sekilas mengenai baterai double power. Semoga bermanfaat!

0 comments:

Post a Comment

 
SangPengajar.com © 2016 | Contact Us | Pingin Punya Blog Keren?
Top