Ingin Lolos Lomba Video Pembelajaran, Inilah Rahasianya!

Tahap presentasi final Lomba Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK (MembaTIK) Kemendikbud RI 2019 digelar hari ini, (14/11), di Kristal Hotel Jakarta. Sebanyak 45 finalis mempresentasikan di hadapan juri karya yang telah dihasilkan. Salah satu kategori yang menarik perhatian adalah video pembelajaran. Kategori ini menghadirkan finalis dengan jumlah paling banyak, yaitu 15 peserta. 

Beragam karya dipresentasikan di tahap ini. Para peserta juga mendapatkan berbagai masukan dari para juri. Masukan yang diberikan juri patut dipertimbangkan dalam pengembangan media video pembelajaran. Inilah tips pengembangan video pembelajaran yang wajib kita ketahui!

Pertama, 5 detik awal video harus menarik. Video yang ditayangkan online akan sangat ditentukan oleh 5 detik awalnya. Pemirsa video akan memutuskan lanjut menyaksikan atau tidak dari sekitar 5 detik awal ini. Di sesi awal ini, kita bisa mengangkat apersepsi atau kejadian nyata di kehidupan yang berkaitan dengan tema video pembelajaran.

Kedua,gunakan pakaian yang tidak mencolok warnanya. Upayakan menghindari baju dengan menggunakan logo lembaga yang tidak relevan dengan video pembelajaran. Hal ini bisa menjadi destruksi video yang dikembangkan.

Ketiga, semua konten upayakan dibuat sendiri. Hindari tindakan asal comot dari berbagai sumber. Dengan tindakan ini karya kita akan minim orisinalitasnya. Buat aset video secara mandiri, misalnya dengan Powerpoint atau software lainnya.

Keempat, perlu adanya pengulangan saat menjelaskan. Pengulangan ini berguna untuk menguatan penanaman konsep pada diri siswa. Pengulangan bisa dengan pertanyaan ke siswa yang selanjutnya kita jawab sendiri.

Kelima, angkat potensi lokal di daerah kita. Dengan tips ini, siswa akan lebih tersentuh karena mengangkat potensi yang ada di sekitar mereka. Dengan memperhatikan tips ini, video kita juga akan memiliki keunggulan lokal.

Keenam, tips berikut juga layak dipertimbangkan:
  • Tidak harus dengan software yang bagus-bagus, gunakan software seadanya. Kata kuncinya pada kekuatan kreativitas kita.
  • Perlunya penggambaran proses, misalnya melalui skema atau scribe.
  • Hindari kesan "seperti di kelas" yang berlebihan, sehingga siswa tidak mudah bosan.
  • Jangan sampai salah make up atau berlebihan dalam  berdandan, sehingga mengganggu fokus siswa.


Demikian beberapa tips yang harus diperhatikan dalam pengembangan video pembelajaran. Semoga bermanfaat!




No comments

Powered by Blogger.