Kehilangan Ayah di Hari Ayah

Sosok ayah tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita. Bagaimana tidak? Ayah adalah orang yang bisa disebut paling berjasa dalam kehidupan kita. Sosok ayah adalah sosok yang berdiri tegap di samping kita di setiap langkah kita. Tak heran jika kemudian tanggal 12 November ditetapkan sebagai hari ayah.

Hari ayah adalah momentum pengingat bagi kita untuk memuliakan sosok ayah. Hari di mana kita diingatkan akan jasa besarnya. Hari yang menjadi cambuk bagi kita untuk lebih menghormati seorang ayah. Jika kemudian kita kehilangan seorang ayah di hari berharga ini, apa yang harus kita lakukan?

Kehilangan ayah di hari ayah adalah fakta hari ini. Seorang siswi yang saya ajar, hari ini harus rela berpisah dengan ayahnya. Di saat jam pembelajaran sedang berlangsung, ia harus pulang setelah mendapat kabar kepergian ayahnya untuk selama-lamanya.

Bisa jadi hari ayah menjadi teguran bagi kita agar mengingat jasa besar seorang ayah. Bukankah ayah adalah sosok yang bekerja keras untuk menafkahi keluarganya? Bukankah ayah adalah orang yang membanting tulang agar anak-anaknya bisa sekolah? Bukankah ayah selalu di garda terdepan dalam melindungi keluarganya?

Lantas, apa yang sudah kita berikan untuk ayah? Prestasi apa yang telah membuatnya bangga? Amal terbaik apa yang kita berikan kepadanya? Juga, apa saja yang telah kita lakukan untuk membuatnya bahagia?

Jika kita mencintai sosok ayah, buatlah bangga. Jika kita ingin membalas semua kebaikannya -meski itu tidak mungki bisa- buatlah ia bahagia. Entah sosok ayah itu masih ada atau sudah tiada. Tunjukkan kita bisa menjadi anak yang membuatnya bahagia.

Giriwoyo, 12 November 2018, 20:16 WIB

No comments

Powered by Blogger.