Berikut ini lanjutan kupasan mengenai kisi-kisi UKG tahun 2015. Bedah kisi-kisi UKG disajikan berdasarkan indikator esensial yang tersaji pada tiap butir kisi-kisi UKG. Para guru dapat mempelajari bedah kisi-kisi UKG ini secara online di web SangPengajar.Com melalui komputer, laptop, smarthphone, atau pun tablet masing-masing.

Indikator 11
Menerapkan teknik bertanya dalam penyusunan rancangan pembelajaran atau dalam proses pembelajaran

Materi Pendukung: Teknik Bertanya sebagai Keterampilan Dasar Mengajar Guru
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengajukan pertanyaan. Biasanya pertanyaan diajukan untuk mendapatkan informasi yang berguna atau diperlukan  penanya. Dalam proses pembelajaran, pertanyaan diajukan baik oleh guru maupun siswa. Siswa mengajukan pertanyaan untuk memenuhi rasa ingin tahu mengenai sesuatu atau untuk memperjelas hal-hal yang kurang dipahami. Sedangkan guru mengajukan pertanyaan bukan hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu melainkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Antara lain,   untuk memotivasi siswa, mengecek pengetahuan siswa, melatih siswa berpikir kreatif, dan menguji pemahaman siswa.
Cara guru dalam mengajukan pertanyaan dan menanggapi pertanyaan berpengaruh terhadap proses pembelajaran, pencapaian hasil belajar, dan peningkatan cara berpikir siswa. Pengaruh tersebut tidak dapat langsung terjadi jika kualitas pertanyaan sangat rendah/tidak memadai. Oleh karena itu penguasaan teknik dan keterampilan guru dalam mengajukan pertanyaan akan sangat menentukan keberhasilan pembelajaran.
Idealnya, guru menguasai teknik bertanya dengan baik. Penguasaan guru akan teknik bertanya akan mempermudah siswa memahami maksud, tujuan atau jawaban yang diharapkan oleh guru tersebut. Sebaliknya, pertanyaan yang bertele-tele dapat membuat siswa yang ditanya menjadi bingung dan tidak memberikan jawaban yang tepat. Bagaimana teknik bertanya yang tepat dalam pembelajaran agar berdayaguna meningkatkan hasil belajar?
Di  dalam proses pembelajaran, guru hendaknya berusaha melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Untuk meningkatkan partisipasi siswa , ada dua teknik mengajukan pertanyaan yang dapat digunakan oleh guru, yaitu teknik pengarahan ulang (redirecting) dan teknik membimbing (probing).

Teknik Pengarahan Ulang (redirecting)
Teknik pengarahan ulang dapat dilakukan guru apabila guru bertujuan ingin melibatkan banyak siswa dalam proses pembelajaran. Cara yang dapat dilakukan adalah mengajukan satu pertanyaan yang ditujukan kepada beberapa siswa. 
Contoh:
Guru     : Rezki, dapatkah kamu menyebutkan faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan pada benda?
Rezki     : Panas bu!
Guru     : Yesi, dapatkah kamu menambahkan faktor lainnya?
Yesi        : Udara bu!
Guru     : Coba sebutkan lebih spesifik lagi, maksudmu Yesi?
Yesi        : hm…
Guru     : Coba Rudi, dapatkah kamu menolong Yesi?
Rudi       : Mungkin maksudnya Oksigen bu!
Guru     : Dapatkah kamu memberi contoh bagaimana pengaruh Oksigen terhadap perubahan benda?

Teknik Membimbing ( probing)
Pertanyaan yang bersifat probing digunakan guru untuk menggali jawaban siswa agar lebih jelas. Teknik membimbing (probing) digunakan jika siswa dalam menjawab pertanyaan dari guru kurang lengkap dan siswa hanya menjawab sebagian-sebagian. Teknik membimbing memerlukan waktu dan kesabaran guru dalam mengajukan pertanyaan dan juga memerlukan keterampilan guru untuk dapat menggali jawaban siswa dengan mengajukan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menggali dari seorang siswa dengan tujuan untuk meningkatkan tanggapan siswa menuju kepada jawaban yang lebih tepat dan lebih luas.

Teknik Menuntun (prompting)
Teknik menuntun digunakan jika siswa tidak segera menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh guru. Ketika siswa gagal atau tidak biasa menjawab pertanyaan, maka guru dapat mengajukan pertanyaan berikut.
  1. Apakah pertanyaan saya jelas atau kurang jelas?
  2. Apakah Anda menginginkan saya untuk memecahkan pertanyaan ke  dalam beberapa bagian?
  3. Bagian mana pada pertanyaan yang saya ajukan yang tidak anda pahami?
  4. Apakah pertanyaan yang saya ajukan terlalu sulit bagi anda?

Apabila  siswa tidak berhasil menjawab pertanyaan guru, maka teknik menuntun dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya yaitu sebagai berikut:
  1. menyederhanakan pertanyaan;
  2. memecah pertanyaan ke  dalam beberapa bagian pertanyaan yang dapat mengarahkan siswa secara perlahan-lahan ke pertanyaan awal;
  3. mengganti pertanyaan dengan kalimat lain tetapi maksudnya sama;
  4. memberikan pertanyaan yang jawabannya dapat memancing pikiran siswa untuk menemukan jawaban pertanyaan semula.

Teknik Pemusatan (focusing)
Teknik mengajukan pertanyaan pemusatan dilakukan guru jika semula mengajukan pertanyaan yang lingkupnya luas dilanjutkan dengan mengubah pertanyaan yang lingkupnya lebih fokus/khusus. Contohnya: meliputi jenis apa sajakah bahan bakar itu? Jika tidak ada siswa yang menjawab, ubah pertanyaan menjadii : bahan akar apakah yang digunakan sepeda motor?

Referensi:
Bahan Belajar Mandiri KKG/MGMP: Teknik Bertanya (sebagai Keterampilan Dasar Mengajar Guru)

Bersambung....



1 comments:

 
SangPengajar.com © 2016 | Contact Us | Pingin Punya Blog Keren?
Top