Bagi kita yang sering melakukan perjalanan atau traveling pasti telah mengenal GPS. GPS atau Global Positioning System (Sistem Pemosisi Global) merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk menentukan letak atau posisi di permukaan bumi melalui bantuan penyelarasan (synchronization) sinyal satelit. Sistem GPS melibatkan sejumlah satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke permukaan Bumi. Sinyal yang dikirimkan tersebut akan diterima oleh alat penerima di permukaan yang selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. Selain GPS, terdapat juga sistem serupa yang dikembangkan , yaitu GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India, dan sebagainya.
Siapakah yang pertama kali menemukan GPS? Tentu pertanyaan ini yang akan muncul jika kita membahas sebuah produk teknologi. Dari berbagai sumber diketahui bahwa GPS dikembangkan oleh Amerika Serikat melalui Departemen Pertahanan. Sistem yang dikembangkan negera adidaya ini dikenal dengan sebutan NAVSTAR GPS. NAVSTAR bukanlah sebuah singkatan, melainkan nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS di Amerika Serikat. 
Lalu, sistem GPS apakah yang sering kita gunakan ketika di perjalanan atau traveling? Sistem GPS yang sering kita gunakan tersebut adalah GPS Tracker. Istilah yang unik, bukan? Istilah tracker mennjukkan peran GPS ini sebagai alat untuk “mencari jejak”. GPS Tracker sering juga disebut dengan GPS Tracking. GPS Tracker merupakan sebuah teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan kita untuk dapat melacak posisi kendaraan secara real time. GPS Tracking  ini memadukan teknologi GSM dan GPS untuk menentukan koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital.

Bagaimanakah Cara Kerja GPS?
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah “bagaimanakah prinsip kerja GPS” atau “bagaimanakah cara kerja GPS”. Untuk memahami cara kerja GPS maka kita harus mengatahui terlebih dahulu bagian-bagian penting dari sistem ini. Ada tiga bagian penting dari sistem ini, yaitu bagian kontrol, bagian angkasa, dan bagian pengguna. Bagian kontrol berfungsi untuk mengontrol posisi satelit. Mengapa posisi satelit perlu dikontrol? Posisi sebuah satelit dapat berada sedikit di luar orbit, sehingga bagian kontrol berfungsi memastikan orbit satelit, lokasi, ketinggian, dan kecepatannya. Sinyal-sinyal dari satelit diterima oleh bagian kontrol, dikoreksi, dan dikirimkan kembali ke satelit. untuk selanjutnya di kirimkan kepada alat navigasi yang kita miliki.
Bagian angkasa terdiri atas satelit-satelit yang berada di orbit bumi. Posisi satelit-satelit ini diatur sedemikian rupa sehingga alat navigasi setiap saat dapat menerima sinyal setidaknya dari empat buah satelit yang berada di orbit bumi. Bagian pengguna terdiri atas alat navigasi yang digunakan untuk menerima data secara teratur dari satelit. Data yang dikirm kepada alat navigasi kita berisikan perkiraan lokasi (approximate location) satelit yang dipancarkan secara terus menerus oleh satelit. Sinyal yang dipancarkan oleh beberapa satelit tersebut, selanjutnya akan diubah oleh alat navigasi dan diterjemahkan dalam sebuah peta digital yang menunjukkan koordinat posisi alat tersebut. Bagaimanakah Akurasi GPS?
GPS merupakan alat yang bergantung pada satelit. Sehingga, sinyal satelit menjadi hal yang sangat penting. GPS tidak dapat bekerja dengan maksimal ketika ada gangguan pada sinyal satelit. Gangguan pada sinyal satelit tersebut dapat disebabkan oleh kondisi geografis, hutan yang lebat, posisi di dalam air, adanya kaca film mobil (terutama yang mengandung metal), alat-alat elektronik yang dapat mengeluarkan gelombang elektromagnetik, berada di dalam gedung, pantulan sinyal dan sebagainya.
Demikian kupasan mengenai cara kerja GPS. Semoga bermanfaat bagi kita !



0 comments:

Post a Comment

 
SangPengajar.com © 2016 | Contact Us | Pingin Punya Blog Keren?
Top