Uji normalitas adalah salah satu bagian dari uji prasyarat analisis data, artinya sebelum kita melakukan analisis data yang sesugguhnya, data penelitian tersebut harus di uji kernormalan distribusinya. Kriteria keputusan dalam uji normalitas pada SPSS adalah jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal. Sebaliknya, jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal.

Pada tutorial kali ini kita akan membahas mengenai cara melakukan uji normalitas dengan SPSS. Data yang akan kita uji adalah data nilai 30 siswa, untuk memudahkan silahkan download data tersebut dalam format SPSS ( .sav) : [ KLIK DI SINI].

Pada tutorial ini kita akan menggunakan menu Explore yang terdapat dalam Descriptive Statistic. Buka file tersebut maka kita akan mendapatkan data nilai 30 siswa di Data View. Langkah selanjutnya klik Menu Analysze > Descriptive Statistics > Explore...

uji-normalitas-spss

Lalu, pada kotak dialog yang muncul silahkan masukkan variabel nilai ke kotak Dependent List dengan klik anak panah ke kanan.

uji-normalitas-spss

Kemudian klik Plots. Lalu klik pada kotak Normality plots with test dan klik Continue.

uji-normalitas-spss

Terakhir klik OK untuk melakukan analisis data.

Pada jendela output akan ditampilkan berbagai macam analisa. Hasil uji normalitas disajikan di bagian Test of Normality.

uji-normalitas-spss

Keterangan :

Shapiro Wilk

Lihat nilai Sig. pada kolom Shapiro-Wilk. Pada contoh di atas nilainya 0,749 > 0,05, maka data berdistribusi Normal.

Lilliefors

Lihat nilai Sig. pada kolom Kolmogorov-Smirnova. Pada contoh di atas nilainya 0,200 lebih dari 0,05, maka data berdistribusi Normal.

 

Demikian tutorial mengenai cara melakukan uji normalitas dengan SPSS. Semoga bermanfaat !


1 comments:

 
SangPengajar.com © 2016 | Contact Us | Pingin Punya Blog Keren?
Top